aku adalah seorang ibu dari dua orang putri... aku adalah seorang istri... aku adalah seorang ibu rumah tangga... aku adalah seorang pegawai... aku adalah seorang yang senang bekerja untuk pelayanan gereja... dua putri kecilku kuandaikan sebagai sinar matahari dan cahaya bulan bagiku... suamiku adalah sahabat yang sempurna dalam seumur hidupku... rumahku adalah tempat yang paling kurindukan sepanjang masa... pekerjaanku adalah tempat di mana aku bisa belajar dan mengapresiasikan kemampuan yang ada dalam diriku... dan gerejaku, adalah tempat di mana aku bisa mendapatkan keindahan yang tidak pernah kubayangkan...
aku sangat menikmati saat aku berada di pantai atau laut bersama anak-anak atau teman-teman... aku selalu merindukan sejuknya udara pegunungan dan tenangnya suasana pedesaan... aku sangat menikmati ketika kulewati tikungan dan tanjakan di jalan-jalan yang kulalui... sesekali aku merindukan menikmati indahnya dunia malam... aku sangat menyukai gelas-gelas minuman beraneka warna dan rasa... aku bisa menjadi sangat keras ketika dalam sebuah pertemuan... tapi aku pun bisa tiba-tiba menjadi sangat masa bodoh di kemudian waktu... aku bisa menjadi penggoda yang luar biasa dalam satu peristiwa... berada setengah hari di depan komputer adalah hal yang sangat kunikmati setiap hari... dan hal yang paling kusenangi dari semuanya adalah : ketika aku berlutut di sebuah tempat yang sangat nyaman, chatting dengan Allah Bapa...
saat aku kecil, aku berada di sebuah rumah yang penuh kehangatan sekaligus banyak pelajaran yang kulihat... saat aku remaja, selama tiga tahun aku diajarkan pada kebebasan dan bertanggungjawab pada keputusan sendiri... kemudian aku pun berada dalam situasi aku harus belajar mengatur hidup sendiri...
aku pernah berada dalam dunia kenikmatan sesaat... aku pernah berada dalam dunia yang tidak menghargaiku dengan keadaanku yang sesungguhnya... aku pernah berada dalam dunia di mana aku melakukan kebodohan dengan membiarkan jati diriku dibajak oleh orang lain hanya karena aku ingin mencari muka... aku pernah berada dalam rumah orang lain yang kupaksa sebagai rumahku sendiri... aku pun pernah jatuh sangat dalam dengan cerita sebuah pengkhianatan yang kusebut sebagai : mati kawan... makan teman...
namun pada akhirnya, aku selalu merasa sangat bahagia, karena Allah Bapa masih menyelamatkanku... begitu juga saat aku berada dalam jurang maut... dengan puluhan butiran untaian bunga doa yang diucapkan...
aku belajar dari semua hal yang Allah Bapa berikan kepadaku... sampai pada akhirnya aku pun dapat pulang ke rumahku sendiri dan menemukan jati diriku kembali...